Kamis, 23 Juni 2011

Karakter Sang Pemenang VS Karakter Sang Pecundang


Kata "Pecundang" memang sangat kasar terdengar ditelinga, tapi kata itu memang tepat bila diutarakan kepada "seseorang" yang selalu takut akan setiap tantangan dalam hidup..... Seperti yang sudah saya katakan dalam postingan sebelumnya yang berjudul GAGAL, SIAPA TAKUT (biar nyambung sebaiknya teman-teman baca terlebih dahulu postingan tersebut) bahwa setiap tantangan wajib dihadapi agar kesuksesan pun dapat diraih.....

Biar lebih jelas perbedaan antara karakter sang pemenang dengan karakter sang pecundang, berikut saya bantu jelaskan.



Karakter Sang Pemenang
Pemenang mempunyai karakter SMILE, yang dimaksud adalah :
- Syukur, senyum dan Sedekah. Bagi sang pemenang kegagalan dan kesuksesan selalu disikapi dengan syukur, senyum dan tetap sedekah dalam keadaan sulit, tak bisa dana, tenaga, pikiran dan dan doa.
- Mantap dan mandiri
. Sang pemenang, sesulit apapun masalahnya selalu punya hati ,pikiran dan prilaku yang mantap dan mandiri, karena selalu dalan rasa syukur, senyum dan selalu sedekah.
- Intropeksi dan inovatif..Segala kejadian yang ada merupakan intropeksi diri dan tetap inovasi guna memperoleh perubahan yang lebih baik.
- Luas dan Lebih.
. Bagi sang pemenang, kegagalan,kesulitan, kesusahan serta kesuksesan, kesenangan dan kemenangan tetap mempunyai rasa hati, akal pikir dan tutur yang luas dan lebih.
- Ekual. Apapun yang ada dalam hidup buat sang pemenang adalah keseimbangan sebagai mahluk Tuhan, mahluk pribadi dan mahluk sosial.


Karakter Sang Pecundang
Pecundang selalu mempunyai kemauan hanya SUKSES semata, buatnya tak ada kata GAGAL, maka salah satu ciri sang pecundang adalah menggunakan segala cara untuk mencari sukses, apakah itu menyengsarakan orang lain, dengan cara syaitan, dengan cara harampun sekalipun, dengan merusak alam yang penting SUKSES, kalaupun sukses yang ada merupakan kesuksesan palsu, maka ciri sang pecundang adalah SUSAH, yang dapat diartikan :
Serakah dan Sombong. Karena hidupnya hanya senang, sukses, maka pola hedonisme yang dipilihnya, apakah itu merugikan orang lain, bahkan tidak sesuai jalan Tuhan, yang penting sukses didapatnya, dan dapat dipastikan bahwa orang ini sombong, yang mempunyai ciri tidak menghargai Tuhan, manusia dan alam.
- Umpat dan Urakan.
. Ketika susah,sulit dan sengsara menghinggapi dirinya maka ia mengumpat Tuhan, orang lain, semuanya disalahkan, ia tidak mau menerima bahwa susah,sengsara dan sulit adalah keniscayaan dalam hidup, orientasinya adalah sukses semata. Adanya sikap ini maka manusia ini selalu urakan, baginya tak ada simpati dan empati, untuk dirinya, Tuhan, bahkan untuk orang lain.
- Sengsara dan Sulit. Serakah, mengumpat selalu saja berujung pada kesengsaraan hati dan kesulitan berpikir secara jernih, orientasi hedonisme adalah apa yang diharapkan dan diwujudkan, ketika itu tidak tercapai, maka sengsaranya akan menyulitkannya untuk merasakan kehangatan sang mentari, keindahan bintang gemintang dimalam hari, gemericik air yang mempunyai kemampuan meneduhkan jiwa, karena ia mempunyai penyakit hati yang akut sehingga menyengsarakan pikirannya.
- Amarah dan antipati.
Amarah dan antipati, selalu saja ada dalam dirinya, sehingga antipati selalu menyertai kemarahan yang dimilikinya, dan itu terus dan terus selalu ada dalam dirinya, ketika ia tidak mau intropeksi, maka sifat itu akan menyertai dalam kematiannya.
- Hampa dan Hambar. Dan akhir dari sifat sang pecundang adalah hampa dan hambar dalam menyikapi persoalan yang ada dalam hidup. Beda dengan SANG PEMENANG selalu bersyukur, bahwa sukses dan gagal, senang dan susah, sulit dan suka tetap saja ia SANG PEMENANG KARENA SANG PEMENANG SELALU MENGERTI APA YANG NAMANYA ESENSI DAN EKSISTENSI HIDUP. 

KARENA SUKSES DAN GAGAL ADALAH KENISCAYAAN DAN ITU BERKAH, RAHMAT, HIDAYAH BAGI KEHIDUPANNYA YANG DILIMPAHKAN OLEH TUHAN PADANYA, SELAMAT UNTUK SANG PEMENANG.

Mudah2n artikel ini bermanfaat buat pribadi khususnya dan teman-teman pada umumnya...


(perbedaan karakter sang pemenang dan pecundang ini sebagian teks diambil dari artikel yang ditulis oleh Awaluddin Madjid Selebihnya saya tulis dengan gaya bahasa sendiri)

Tidak ada komentar: